Penduduk di Malawi, negara kecil di Afrika Tenggara, sedang heboh lantaran rumor tentang vampir pengisap darah manusia. Kelompok warga sipil yang main hakim sendiri kemudian menghabisi siapa saja yang dianggap vampir. Sedikitnya sembilan tersangka vampir dibunuh secara brutal di Malawi sejak pertengahan September.
Dari sembilan tersangka vampir itu, dua pria asal Kota Blantyre juga jadi korban tewas. Menurut polisi, keduanya dilempari batu, dan satu lagi dibakar.
Polisi telah menahan lebih dari 140 orang warga yang main hakim sendiri, yang menuduh orang-orang menjadi vampir dan mengisap darah orang-orang tak berdosa.
Para tokoh masyarakat di Malawi meyakini rumor vampir ini berasal dari negara tetangga Mozambik. Di masa lalu para vampir dikatakan menjadi penyebab terjadinya kekerasan di Malawi, seperti dilansir Oddity Central, Rabu (1/11).
PBB juga meyakini kehebohan vampir baru-baru ini menyebar dan melintasi perbatasan Mozambik-Malawi, ke distrik Mulanje dan Phalombe.
Dokter dan petugas layanan kesehatan lainnya juga menjadi target perburuan warga. Mereka dituduh memakai stestoskop yang digunakan untuk mengisap darah.
"Petugas medis ini juga dirampok dan kendaraan mereka dihancurkan, sementara ambulans yang membawa pasien ke rumah sakit juga diserang," kata seorang dokter.
Dalam sebuah pernyataan, pemimpin masyarakat Dr. Amos Salimanda Nyaka mengatakan, "Insiden awal dari kejadian ini mungkin memiliki unsur-unsur Gangguan Khayalan Serempak. Inilah saat individu yang dominan tertipu dan membuat orang-orang yang mengikutinya percaya, dan mendoktrin khayalannya. Khayalan secara massal ini biasanya bisa terjadi di suatu masyarakat."
"Pengisap darah semacam ini tidak ada. Ini murni sejarah kegilaan massal," tulis Nyaka.
Juru bicara kepolisian James Kaledzera mengatakan kepada BBC, polisi kini meningkatkan patroli di sejumlah kawasan dan mereka siap menangkap siapa saja yang ingin terlibat dalam pembunuhan.
Presiden Malawi Peter Mutharika berjanji untuk menyelidiki pembunuhan tersebut. Dia menggambarkan situasi ini sebagai "keprihatinan serius".
Menanggapi kelompok main hakim sendiri disertai kekerasan yang terjadi, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan beberapa wilayah di Malawi sebagai zona berbahaya, dan menyatakan situasi tidak stabil dan mudah berubah.
Malawi adalah salah satu negara termiskin di dunia, dengan standar pendidikan dan akses yang rendah. Kepercayaan akan ilmu sihir tersebar luas, dan kemiskinan ini sering dikaitkan dengan penjelasan mistik atau takhayul.
Kasus histeria massal lainnya juga terjadi pada 2002 ketika satu orang terbunuh dan tiga imam Katolik diserang. Kejadian ini disusul ketika penduduk percaya pemerintah Malawi berkolaborasi dengan vampir untuk mengumpulkan darah manusia.
Baca Juga:
Baca Juga:
sumber: merdeka.com